Jumat, 16 September 2011

Pengalaman Yang Paling Mengesankan Dalam Hidup

Gini nih critanya...
pada awalnya masuk STTN-BATAN, aq nggak tau apa2. .
terus tiba2 kok kakak kelas pada bikin robot, dalam hatiku berkata "wah kelihatannya kok seru ya buat robot sendiri"
Ketika menginjak ke semester 3, aku mulai gerak nih untuk bertanya - tanya sama kakak kelas bagaimana cara bikin robot yg sederhana itu. Ternyata beberapa kemudian dengar2 nih ada lomba "java robot contest" tepatnya di PENS-ITS surabaya. Setelah itu aku coba mengintip anak2 yg biasa melembur kalau buat robot, ehh. .pas tanya2 gitu tentang line follower tiba2 kakak kelasku mengajak jadi salah satu bagian tim robotnya, setelah itu aku jadi merasa deg2an & merasa senang banget. Akhirnya tidak pikir panjang aku coba untuk ikutan meskipun belum punya pengalaman, yang penting sih bantu2 aja gitu. .hehe
Akhirnya hari perlombaan pun tiba. Tim robot STTN mengirimkan 4 tim dengan masing2 tim 1 robot. Meskipun aku nggak mengendalikan robotnya, ikutan jadi tim robotnya teman2 itu sudah cukup buat aku bahagia. Perjuangan kami pun tidak sia2, mulai dari tidur di stasiun kereta, 3 robot masih error, pas ketika mau memperbaiki robot di stasiun, dayanya nggak kuat, setelah itu diusir gara2 mencuri listrik..hehe,wjarlah anak muda :-), akhirnya berbuah juara 2. Itu adalah salah satu pengalaman yg tidak bisa au lupakan, baru ikutan langsung juara, seneng banget kan rasanya...hehe

Pengalaman aku berlanjut lagi setelah 3 bulan berlalu, ada perlombaan "maraton Line Follower Robot di UNS Solo dengan track sepanjang 1103 m", panjang banget kan, hehe. setelah itu aku coba mulai buat robot sendiri meskipun layout & schematicnya nyontek sih. .hehe
Tapi selain itu, aku buat robot sendiri mulai dari pembuatan gearbox, menyolder sendiri, & semuanya serba sendiri deh kecuali programnya masih nyontek karena belum di ajarin program :-D
Setelah itu, berbagai permasalahan pun mulai datang mulai dari sensor nggak mau baca, driver nggak mau jalan, sampai bingung setengah mati aku karena nggak tau gimana caranya troubleshooting. 2 hari sebelum hari H itu saja sensornya masih error, haduuuh. .malu2in kalau sampai nggak jadi robotku. Alhmdllah, do'aku terjawab oleh Allah SWT, pas tak jalanin pertama langsung baca bisa mengikuti garis, alhamdulillah robot pertamaku akhirnya jadi juga, seneng banget waktu itu.
Nah, pas hari malam sebelum hari H, masalah muncul lagi di robotku, tiba2 kabel penghubung antara sensor & minimum system (alias otak dari robot) udah agak error. Masalah yg tak pikir2 gampang ternyata  aku melembur sampai jam 2, itu pun kabelnya langsung tak solder aja nggak usah berpkir lama deh.
Akhirnya bisa tidur juga setelah itu, pagi2 langsung tak coba di track buatan sendri, Alhamdulillah bisa jalan Ya Allah, aku sangat bersyukur sekali, akhirnya aku bisa lomba dengan normal :-).
Panitia lomba memberikan waktu 5 menit buat mencoba di track asli. Ternyata pas setelah dicoba, masalah datang lagi, kenapa kok nggak mau baca padahal di track buatan bisa baca, heran aku. .mampus aja kalau sampai nggak bisa ngikutin garis nih robotku.
Setelah itu aku coba untuk menanyakan ke kakak kelasku, kenapa kok nggak bisa mengikuti garis. Akhirnya diberikan solusi buat nutupin semua robotku termasuk sensornya dengan solasi hitam. Akhirnya aku coba aja, pas mau tak coba lagi, ehh. .waktu percobaan track udah habis, mampus nih kalau sampai malu2in, gpp lah yg penting sudah usaha.
Pas dipanggil giliranku aku mulai deg2an setengah mati, karena aku bersaing dengan 4 peserta lainnya di track. Pas panitia menghitung. .5. .4. .3. .2. .1. .Go. Disitu hatiku udah merasa deg2an takut gagal. Ketika di jalanin ternyata masih error juga, haduuuh. .gimana nih, malu dilihat penonton banyak banget. Akhirnya aku coba buat santai & pelan2 aja, aku coba berkali2 auto scan. Allhamdulillah, robotku bisa jalan & mengikuti garis, sampai2 nih..robot 4 pesrta pesaingku yang sudah jalan duluan tak duluin, waah. .hebat & cepat banget robotku. .hehe
Ternyata maksud dari kakak kelas buat tutupin sensor dg solasi hitam dikarenakan karena sensor itu jika menerima banyak cahaya, sensitivitasnya justru semakin berkurang, tapi sebaliknya jika semakin gelap maka sensitivitas sensornya semakin baik, karena pada saat perlombaan cuaca sedang panas sehingga banyak cahaya yang masuk ke sensornya.
Setelah robotku jalan 300 m dari 1103 m, akhirnya masalah datang lagi, tiba2 regulatornya copot, parah banget kan. ..Regulator disini maksudnya adalah jika robot kita tidak mendapatkan masukan & keluaran maka robot kita tidak akan bisa jalan, apalgi pas posisinya di minimum systemnya.
Yaaah. .akhirnya perjuanganku selesai sudah, sambil menundukan kepala karena gagal.Tapi di balik itu semua tersimpan kebahagiaan sangat mendalam, aku bisa membuat robot sendiri & jalan sampai sejauh itu, untuk pemula sih nggak malu2in lah. .hehe
Nah, that's all my story about my first robot and experience that can not be forgotten by me.

Salam Ukhuwah islamiyah ^^
Untuk robotnya bisa dilihat di blog aku ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar